English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Senin, 04 Juni 2012

US Navy Latihan Dengan Malaysia Seusai CARAT 2012

SITUBONDO-(IDB) : Kepala Satuan Tugas Amerika Serikat untuk CARAT 2012, Captain David A Welch mengungkapkan, setelah melakukan latihan CARAT (Cooperation of Afloat Readiness and Training) di Pantai Banongan, Jawa Timur, Indonesia, yang juga dilakukan simulasi perang, timnya akan segera menuju Pangkalan AL Malaysia di Kuantan. "Setelah ini, kami akan melakukannya di Malaysia, di wilayah Kuantan dan Lumut," kata Welch, di USS Germantown (Kapal Perang AS), Senin (4/6/2012).

Disinggung mengapa latihan di Indonesia pilih Pantai Banongan, Welch mengungkapkan, karena  tahun lalu mereka melakukannya di Jakarta dan mendapatkan rekomendasi dari Pemerintah RI untuk melakukannya di Pantai Banongan.
"Pemerintah Indonesia mengajak kami melakukannya di Pantai Banongan, dan kami sangat senang mendengarnya. Semoga CARAT di sini makin mempererat dan membikin hangat hubungan kami," akunya.

Selain USS Germantown, juga ada dua kapal perang lainnya yang dibawa Amerika ke Indonesia, yakni USS Vandergrift dan USCGS Waesche. Ketiga kapal ini membawa 1.400 personil yang berasal dari satuan US Navy, US Marines dan US Coast Guard. "Intinya kami senang bisa latihan di sini," katanya.

Untuk koreksi dan evaluasi, terangnya, Amerika akan melakukannya setelah semua rentetan latihan selesai dijalani. "Saya rasa, setelah kami nanti melakukan evaluasi, hasilnya akan sangat memuaskan. Dan kami ingin kembali ke Pantai Banongan lagi. Pemandangannya bagus," imbuhnya.

Agustus 2012 Indonesia Akan Orbitkan Satelit LAPAN-A2



JAKARTA-(IDB) : Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Soewarto Hardhienta mengatakan LAPAN akan mengorbitkan satu satelit bikinan Indonesia pada Agustus mendatang.

“Itu satelit seluruhnya bikinan Indonesia,” kata Soewanto di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senin siang, 4 Juni 2012.

Satelit yang akan diorbitkan itu diberi nama LAPAN-A2. Ia mengatakan LAPAN menyertakan tiga perangkat utama dalam satelit tersebut. Perangkat pertama adalah pemotret Bumi. Nantinya Indonesia bisa memotret Bumi dari angkasa dengan satelit tersebut.

Perangkat kedua adalah pembaca sinyal kapal. Dengan perangkat tersebut, pemerintah bisa mengetahui setiap kapal besar yang memasuki wilayah perairan Indonesia. “Kapal secara otomatis mengirim sinyal yang akan ditangkap satelit,” kata Soewarto.

Kapal-kapal yang mampu dilacak oleh satelit itu umumnya adalah kapal besar. Satelit belum bisa menangkap keberadaan kapal nelayan kecil yang umumnya terbuat dari kayu. “Selama ada pengirim sinyal, bisa dilacak,” katanya.

Perangkat ketiga adalah penunjang komunikasi radio amatir. Perangkat tersebut akan sangat berguna bagi proses penanggulang`n bencana. Ini untuk menjamin alat komunikasi radio amatir tetap menyala dalam situasi genting. “Kalau saat bencana, umumnya alat komunikasi konvensional mati,” ujarnya.

Satelit tersebut akan diorbitkan menggunakan sebuah roket peluncur satelit dari India. Soewarto mengatakan Indonesia belum menguasai teknologi roket peluncur satelit, sehingga pengorbitan satelit dilakukan di India

Perancis Tawarkan Rudal Exocet MM40 Block 3 Ke Indonesia



mbda exocet mm40 block3 Exocet MM40 Block 3 Indonesia
JKGR-(IDB) : Hubungan Indonesia dengan Perancis, semakin mesra saja pasca pembelian Meriam 155 mm Caesar dan kendaraan taktis Sherpa. Rusia telah menjual rudal yakhont ke Indonesia. Amerika Serikat menawarkan AIM-120 AMRAAM utk melengkapi hibah 24 F-16 Block 32++. Tidak mau ketinggalan, Perancis juga menawarkan salah satu senjata andalan mereka, yakni rudal anti-kapal Exocet MM-40 Block III.

Indonesia boleh saja telah bekerjasama dengan China untuk membuat rudal C-705. Bisa jadi, rudal C-705 akan diproduksi masal oleh Indonesia. Akan tetapi Indonesia tetap melbutuhkan peluru kendali yang mumpuni secara kualitas, sebagai deteren terhadap negara lain. Kemampuan deteren itu, dimiliki oleh rudal Exocet MM-40 Block 3.

Exocet MM40 Block 3 Exocet MM40 Block 3 Indonesia
Exocet MM40 Block 3

Versi terbaru dari rudal Exocet memiliki jangkauan tembak hingga 180 kilometer. Rudal ini digerakkan oleh mesin jet turbofan yang dilengkapi air intake modern. Rudal Exocet Blok 3 juga dilengkapi GPS guidance waypoint, sehingga bisa menyerang kapal atau sasaran permukaan, dengan sudut serang yang rumit, agar susah diantisipasi.
Sejumlah kapal perang Indonesia telah dilengkapi rudal exocet versi terdahulu. Antara lain Rudal Exocet MM38. Sedikitnya ada 8 KRI yang mengusung Exocet MM 38, yakni Frigat: KRI Fatahilah, KRI Malahayati, KRI Ki Hajar Dewantara dan KRI Nala. 4 Kapal Cepat Rudal buatan Korea: KRI Rencong, KRI Mandau, KRI Badik dan KRI Keris. Setiap kapal pengusung, membawa empat buah rudal Exocet MM 38.

Sementara Korvet Sigma Class, menggunakan Exocet versi lebih baru yakni MM-40 Block 2. Rudal tersebut dipasang di KRI Diponegoro, KRI Hasanuddin, KRI Sultan Iskandar Muda dan KRI Frans Kaisiepo.
jenis jenis exocet Exocet MM40 Block 3 IndonesiaJika jangkauan rudal Exocet Block 2 hanya 70-80 Km, maka Block 3 mampu mengejar sasaran hingga 180 Km. Rudal Exocet Block 3 bisa dioperasikan secara fire and forget, mampu menghindari jamming dan termasuk rudal lintas cakrawala.
 
Rudal Exocet MM-40 Block 3 pertama kali ditembakkan oleh Frigat Perancis, Chevalier Paul pada 18 Maret 2010 dan sukses menghantam sasaran. Selain Perancis, negara yang telah menggunakan Exocet Block 3 adalah Angkatan Laut Yunani, UAE, Peru< Maroko, Oman dan Qatar.

Saat ini TNI AL memiliki 114 Kapal Perang. Sementara jumlah yang dibutuhkan sedikitnya 376 unit kapal perang. Jadi kekurangannya masih banyak. Dengan adanya rudal Exocet MM-40 Block III, diharapkan jumlah kapal perang yang sedikit masih bisa ditutupi sementara oleh kualitas senjata yang mematikan.

Jumat, 16 Maret 2012

Komisi I DPR Akan Minta Konfirmasi Kementrian Pertahanan


JAKARTA - Komisi I DPR menyetujui rencana pemerintah membeli enam jet tempur Sukhoi 30MK2, karena hal itu sudah menjadi program strategis pemerintah. "Sebuah pesawat tempur itu tidak bisa cuma lima atau enam buah. Minimal itu satu skuadron, di mana jumlahnya 16 unit," kata Wakil Ketua Komisi I, TB Hasanuddin, kepada wartawan usai menerima laporan dari LSM terkait kejanggalan pembelian enam Sukhoi tersebut, di DPR, Kamis (15/3).

Saat ini Indonesia sudah memiliki sebanyak 10 pesawat Sukhoi. Terdiri atas dua unit jenis Su-27SK, tiga unit jenis Su-27SKM, dua unit jenis Su-30MK, dan tiga unit jenis Su-30MK2.

Hasanuddin mengatakan, Komisi I akan memanggil kembali Kementerian Pertahanan pada pekan depan untuk menjelaskan lagi persoalan ini. "Nanti akan kita konfirmasikan, apakah benar pemilihan dari state kredit menjadi kredit eksport Indonesia justru akan merugikan,termasuk ada atau tidaknya rekanan lain selain Rosoboronextport, "ujarnya.

Pembelian enam Sukhoi dikritik karena dinilai ada kejanggalan dalam mekanisme pendanaan. Sebelumnya, pendanaan ditetapkan melalui kredit negara Pemerintah Rusia, tapi kemudian dipindahkan menjadi kredit ekspor. Pemerintah mengeluarkan anggaran sebesar US$470 untuk pembelian 6 unit pesawat tersebut.

China Dukung Modernisasi Militer Indonesia


JAKARTA - Pemerintah Republik Rakyat China mendukung modernisasi militer Indonesia salah satunya melalui kerja sama industri pertahanan yang dirintis kedua negara.

"Kami sangat memahami, kekuatan militer yang memadai diperlukan untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan negara Indonesia," kata Duta Besar China untuk Indonesia Liu Jian Chao di Jakarta, Kamis (15/3).

Ia mengemukakan kunjungan Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro ke China akhir Februari 2012 sangat penting bagi terwujudkan kerja sama pertahanan kedua negara yang semakin kuat, terutama dalam pengembangan industri pertahanan kedua negara.

Bagaimana pun, lanjut Dubes Chao, kekuatan militer Indonesia yang memadai dapat mendukung stabilitas keamanan tidak saja di Indonesia sebagai negara berdaulat, tetapi juga untuk mendukung stabilitas kawasan.

Kerja sama pertahanan kedua negara sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, hingga pada 2006 telah dirintis forum konsultasi bersama yang pertama di Jakarta dan dilanjutkan dengan forum konsultasi bilateral kedua pada 2007 di Beijing.

Forum tersebut sangat baik dan dapat membantu dalam meningkatkan hubungan kerja sama pertahanan kedua negara, yang telah dibuktikan dengan dilakukannya penandatanganan Defence Cooperation Agreement (DCA) antara Indonesia-China pada 2007.

Namun sambil menunggu DCA diratifikasi, kedua negara membentuk forum konsultasi bilateral yang dapat terus dilaksanakan sebagai wahana untuk meningkatkan hubungan bilateral bidang pertahanan.

Tentang apakah kerja sama pertahanan kedua negara akan disinggung dalam kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Beijing pada 22-24 Maret 2012, Chao mengatakan,"mungkin saja,".

Indonesia dan China kini tengah menjajaki produksi bersama peluru kendali C-705 untuk melengkapi persenjataan kapal-kapal perang TNI Angkatan Laut.

Sebelumnya Indonesia juga telah mempersenjatai beberapa kapal perang dengan peluru kendali C-802.

Selain peluru kendali, kedua negara juga tengah menjajaki industri bersama peroketan.

Brasil Tawarkan Kerjasama Industri Alutsista


JAKARTA - Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin, Kamis (15/3) menerima kunjungan Duta Besar Brasil untuk Indonesia, Paulo Alberto da Silveira Soares, di Kantor Kemhan, Jakarta.

Pada pertemuan itu Dubes Brasil dan Wamenhan membahas peluang peningkatan kerjasama pertahanan khususnya di bidang industri Alutsista. Dubes Brasil mengatakan, maksud kunjungannya kali ini bukan hanya mengarah kepada penawaran produk alutsista terbaru kedirgantaraan ataupun juga kapal perang.

Pemerintah Brasil mengharapkan adanya peningkatan kerjasama industri melalui produksi bersama pembangunan pesawat terbang dan kapal perang antara industri pertahanan laut dan udara kedua negara.

Wamenhan sangat menyambut baik penawaran pemerintah Brasil dalam hal kerjasama industri pertahanan ini. Khusus terkait industri kedirgantaraan, Wamenhan menjelaskan saat ini Pemerintah Indonesia telah memesan pesawat Sebanyak 16 unit pesawat tempur Super Tucano A29 buatan Industri Embraer Defense System, Brasil.

Wamenhan menambahkan meski telah memesan pesawat-pesawat tersebut, pemerintah Indonesia masih tetap ingin mengembangkan, bukan hanya sebagai user. Namun bisa membuka peluang untuk menjadi distributor produk pesawat ini di wilayah Asia.

Sehubungan dengan itu, Wamenhan mengharapkan jika peluang kerjasama terlebih lagi dalam hal produksi bersama pembangunan alutsista kedirgantaraan antara industri pertahanan dalam negeri, PT. Dirgantara Indonesia, dengan Industri Embraer Defense System, Brasil dapat diwujudkan. Diharapkan akhir tahun 2012 kedua negara dapat mewujudkan peluang peningkatan kerjasama industri pertahanan udara.

Anggaran Kementrian Pertahanan Diusulkan Dipotong Pada Perubahan APBN 2012




JAKARTA - Pemerintah mengusulkan pengurangan atau pemotongan anggaran Kemenhan pada Perubahanan APBN 2012 sebesar Rp 329,4 miliar dari total anggaran Kemenhan 2012 ini sebesar Rp 72,538 triliun.

"Turun sekitar 0,45 persen dari total pagu anggaran Kemenhan 2012 ini. Namun penurunan anggaran di Kemenhan ini sesungguhnya paling kecil,dibandingkan penurunan anggaran di Kementerian lainnya," ujar Sekjen Kemenhan Marsda Eris Harryanto dalam raker pembahasan APBN Perubahan 2012 di Komisi I DPR, Selasa (13/3).

Eris menjelaskan, pemotongan anggaran Kemenhan pada APBN Perubahan 2012 itu dilakukan pada pengurangan belanja barang.

"Untuk pemotongan anggaran pada Mebes TNI sebesar Rp 24,9 miliar, TNI AD Rp 173,37 miliar,TNI AL Rp 34,05 miliar dan TNI AU Rp 34,89 miiar serta Kemenhan Rp 62,22 miliar," ujarnya.

Menurut Eris, pemotongan anggaran di Kemenhan ini akan mempengaruhi atas perencanaan-perencanaan organisasi di Kemenhan, baik untuk pemeliharaan dan belanja Alutsista, pendidikan tentara, dan lainnya.

"Untuk itu, kami kalau boleh berharap, agar anggaran Kemenhan dapat dipenuhi seperti dana pagu 2012 yang sebelumnya telah ditetapkan. Agar kondisi ini tidak terlalu mempengaruhi realisasi sejumlah program Kemenhan yang telah disusun sebelumnya," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq mengatakan, pengurangan anggaran Kemenhan pada APBN Perubahan 2012 ini baru sebatas usulan pemerintah, dalam hal ini Kemenkeu.

"Sementara DPR belum tentu juga menyetujui adanya pengurangan anggaran di Kemenhan tersebut. DPR perlu membahas hal ini, termasuk dibahas di Banggar," tegasnya.

Senin, 05 Maret 2012

Menhan Akui Ada Selisih Harga Sukhoi

JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro mengakui adanya selisih antara harga awal dan harga aktual yang harus dibayarkan dalam pengadaan 6 pesawat Sukhoi jenis Su 30 MK2 dari Rusia. Namun, selisih itu tidak besar dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Ada selisih harga tetapi itu terjadi karena faktor eskalasi harga dan inflasi. Contohnya kalau kita beli makanan 2 tahun yang lalu dan sekarang beda. Itu tidak banyak, kecil sekali," kata Purnomo usai rapat di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (5/3).

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi II DPR TB Hasanuddin menduga ada broker yang bermain dalam pengadaan pesawat senilai US$470 juta ini. Pengadaan yang seharusnya dilakukan oleh Rosoboron Export sebagai perwakilan resmi Rusia di Jakarta, diserahkan kepada Perusahaan X. Akibatnya, negara dirugikan hingga US$50 juta.

Purnomo membantah tudingan ini. Menurutnya, pengadaan Sukhoi tersebut sudah sesuai prosedur. "Justru kita ingin tanya itu datanya dari mana. Kita dealnya dengan Rosoboron Eksport, tidak dengan yang lain. Itu agen resmi dari pemerintah Rusia," katanya.

Ketika ditanya berapa selisih harga antara pembayaran aktual dengan harga awal pesawat tersebut, Purnomo mengaku lupa. "Angkanya saya nggak ingat. Tetapi tidak ada kenaikan yang signifikan karena kita juga tidak bodoh. Kalau sampai melonjak sampai terjadi mark up, nggak ada itu," cetusnya.

Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengatakan tanggung jawab pengadaan berada sepenuhnya di Kemenhan. TNI AU sebagai user Sukhoi, kata Agus, hanya mengajukan rencana tender lewat TNI.

"Lalu TNI meneruskan ke Kementerian Pertahanan. Kemenhan lalu membentuk tim evaluasi pengadaan. Yang memutuskan Kementerian Pertahanan," katanya.

Dihubungi secara terpisah, Direktur Program Imparsial Al Araf mengatakan banyak kejanggalan dalam pembelian enam pesawat Sukhoi itu. Dalam analisanya, Imparsial mengatakan harga pesawat kemahalan dan proses pengadaan tidak wajar.

"Pertama, mengapa Kemenhan lebih memilih membeli Sukhoi dengan sumber kredit komersial, tidak menggunakan fasilitas state loan yang telah disediakan pemerintah Rusia sebesar US$1 miliar?" tanyanya.

Kedua, lanjut Al Araf, Imparsial juga mempertanyakan kenapa harga pembelian Sukhoi bisa mencapai US$470 juta-US$500 juta untuk enam unit.

"Sedangkan saat pengadaan tahun 2010, nilai pembelian Sukhoi dari produsen yang sama hanya berkisar US$55 juta. Jika harga kesepakatan adalah US$500 juta untuk enam Sukhoi, ini artinya harga satuan Sukhoi adalah US$83 juta," jelas Al Araf.

Selain itu, Al Araf juga mempertanyakan mengapa pemerintah menggunakan pihak ketiga dalam pengadaan ini. "Keterlibatan agen ini sebenarnya keluar dari semangat untuk proses pengadaan alutsista melalui mekanisme G to G?," katanya.

Sumber : MEDIAINDONESIA.COM

Jakarta International Defense Dialogue Kembali Digelar




JAKARTA - Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam acara Jakarta International Defense Dialogue (JIDD 2012) yang akan diselenggarakan di Jakarta Convention Center Balai Sidang Senayan, Jakarta, pada 21-23 Maret mendatang.

“Ada 45 negara yang akan ikut berdialog dalam pertemuan bertema 'Strengthening Security and Stability' ini,” kata Ketua Panitia sekaligus Rektor Universitas Pertahanan, Syarifudin Tippe di Jakarta, Senin (5/3).

Syarifudin menjelaskan, dalam acara JIDD 2012 ini strategi global, regional dan nasional akan dibicarakan dalam kaitannnya memberantas kekerasan berdalih kepercayaan dan pergolakan di kalangan masyarakat, terorisme serta penyebaran senjata.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan bakal memberikan sambutan, yang diawali sambutan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro. Dialog ini juga akan dihadiri Sekjen PBB Ban Ki-Moon yang juga akan menjadi pembicara kunci JIDD 2012 yang mengambil tema “Operasi Militer Selain Perang: Kolaborasi dan Integrasi untuk Memperkuat Keamanan dan Stabilitas Global”

Pameran Industri Pertahanan

Selain dialog pertahanan, diacara JIDD 2012 kali ini juga akan dibarengi dengan pameran Asia Pasific Security and Defense Expo (APSDEX) 2012. Pameran APSDEX ini akan diikuti oleh berbagai industri pertahanan dari dalam negeri maupun industri global.

“Pameran ini juga dimaksudkan agar dapat menampilkan hasil-hasil inovasi terbaru kepada stakeholder pertahanan dan akademisi yang menghadiri JIDD,” ungkap Syarifudin Tippe.

Industri pertahanan dalam negeri, kata dia, dapat memperoleh lebih banyak dukungan dan menarik perusahaan lain untuk memfasilitasi alih teknologi, imbal dagang, offset dan pemanfaatan sumber daya dengan industri pertahanan negara lain.

“Dijadwalkan bakal ada 26 perusahaan yang akan mengikuti expo kali ini, 20 dari industri pertahanan dalam dan 6 dari luar negeri,”ujar Syarifuddin. Perusahaan asing yang mengikuti event ini diantaranya berasal dari Australia, Denmark, dan Singapura.

Sumber : JURNAS.COM

Komisi 1 DPR Bentuk Tim Kajian Untuk Verifikasi Tiga Kapal Perang Inggris


JAKARTA - Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq menyatakan, Komisi I membentuk tim kecil yang diberi tugas melakukan kajian dan verifikasi atas pengajuan TNI AL untuk membeli tiga kapal perang buatan Inggris. Kapal tersebut, sebelumnya merupakan pesanan Pemerintahan Kerajaan Brunai Darussalam. Namun, karena alasan tertentu dibatalkan oleh negeri jiran tersebut.

"Komisi I berpandangan bahwa soal pengadaan alutsista untuk TNI ini perlu dilakukan akselerasi, dalam upaya modernisasi dan penguatan armada angkatan laut kita. Karenanya, terhadap pengajuan TNI AL untuk dapat membeli tiga kapal perang dari Inggris ini, perlu kita lakukan verifikasi dulu," ujar Mahfudz pada Jurnalparlemen.com, Jumat (2/3).

Tujuan dilakukannya verifikasi ini adalah untuk menjelaskan dulu aspek politiknya. "Lalu, secara teknis, kita perlu tahu juga alasan pembatalan pembelian tiga kapal buatan Inggris oleh Brunai sebelumnya, sebabnya apa?" ujar Mahfudz.

Verikasi lainnya, menurut Mahfudz adalah masalah anggaran. "Kalau secara politik, Brunai tidak ada masalah, baru kita oke. Lalu secara tekhnis. Inikan tidak lazim, sebuah negara yang sudah pesan tiga kapal, kemudian sudah dibayar juga, namun kemudian hal itu dibatalkan. Nah, ini apa penyebabnya? Ini yang kita perlu verifikasi lebih dulu," ujarnya.


Korvet kelas Nahkoda Ragam yang akan di beli TNI AL (Foto: NAVAL-TECHNOLOGY.COM)

Mahfudz mengatakan,untuk memastikan kondisi fisik dan kemampuan ketiga kapal buatan Inggris yang di minati TNI AL untuk dibeli itu, di Komisi I juga sempat muncul perlunya perwakilan anggota Komisi I melakukan pengecekan fisik kapal tersebut ke Inggris langsung.

Mahfudz menambahkan, yang terpenting, kalaupun TNI AL nantinya jadi membeli Kapal buatan Inggris itu, tidak ada syarat yang melekat yang memberatkan Indonesia suatu saat.

"Mesti ada jaminan, Inggris tidak melakukan embargo terhadap suku cadang dan perlengkapan lainnya dari kapal ini. Karena pengalaman Indonesia sebelumnya, negara negara Barat melakukan embargo terhahadap suku cadang alutsista yang sudah beli. inikan tidak fair," tegasnya.

Sebelumnya, TNI AL meminta dukungan pada Komisi I DPR RI untuk pembelian tiga kapal perang buatan Inggris. Pembelian alutsista ini guna memperkuat armada perang TNI AL dalam menjaga keamanan dan kedaulatan NKRI di perairan.

Sumber : JURNALPARLEMEN.COM

KSAU Resmikan Satuan Radar Timika


TIMIKA - Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat meresmikan Satuan Radar 243 Timika yang berlokasi di Kampung Kamoro Jaya-SP1, Timika, Papua, Senin (5/3).

Bersamaan dengan itu, Kasau juga melantik Letkol (Lek) Sudirman sebagai Komandan Satuan Radar (Satrad) 243 Timika.

Marsekal Imam Sufaat mengatakan pembangunan Satuan Radar 243 Timika merupakan perwujudan dari program strategis yang telah disusun untuk mengcover situasi dan kondisi serta kerawanan wilayah udara bagian timur Indonesia terhadap pelanggaran udara.

Satuan Radar 243 Timika yang berada di jajaran Kosek Hanudnas IV Biak dibangun sejak 2009 di atas lahan seluas 298.786 meter.

Radius jangkauan operasi radar di Timika akan over lapping dengan Satuan Radar 245 Saumlaki bagian barat di Provinsi Maluku dan juga akan over lapping dengan Satuan Radar 244 Merauke di bagian timur Papua.

Dengan telah beroperasinya radar-radar tersebut, maka seluruh wilayah udara Indonesia bagian timur dapat dicover dan tidak ada lagi area kosong yang tidak termonitor radar.

Melalui beroperasinya Satuan Radar Timika ini juga konsep strategis gelar Kosek Pertahanan Udara Nasional IV di wilayah Indonesia bagian timur dapat terus diwujudkan mengingat di wilayah ini terdapat sejumlah obyek vital nasional dan merupakan jalur penerbangan internasional.

Marsekal Imam Sufaat mengakui hingga saat ini kemampuan, kekuatan dan gelar radar TNI AU dibandingkan dengan luas wilayah udara nasional Indonesia belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan yang diharapkan.

Dengan keterbatasan jumlah radar yang dimiliki itu mengakibatkan pelaksanaan tugas pengamatan dan pemantauan seluruh obyek yang bermanufer di wilayah udara Indonesia belum dapat dilaksanakan secara maksimal.

Sejumlah Pesawat Tempur Akan ditempatkan di Papua

Markas Besar TNI AU berencana menempatkan sejumlah pesawat tempurnya di wilayah Papua. KSAU mengatakan, rencana penempatan sejumlah pesawat tempur tersebut dalam rangka menjaga kedaulatan udara wilayah timur Indonesia.

"Kami ada rencana seperti itu ke depan. Sementara ini pesawat-pesawat TNI AU yang dikirim ke Papua hanya untuk mengenal medan sekaligus melatih operasional suatu pangkalan," jelas KSAU Imam Sufaat.

Imam mengatakan, Bandara Mozes Kilangin Timika layak untuk didarati pesawat tempur. Namun pesawat tempur tidak bisa dioperasikan dari Pangkalan TNI AU Timika karena terkendala ketersediaan bahan bakar mengingat pesawat tempur setelah terbang 1,5 jam harus mengisi kembali bahan bakar.

"Ini yang menjadi kendala. Kami berharap Pertamina bisa masuk ke Timika sehingga nantinya pesawat tempur kita bisa dioperasikan dari Timika. Hal itu tidak berarti kondisi di Timika tidak aman, tetapi untuk penerbang sendiri harus tahu kondisi di suatu tempat," jelas orang nomor satu di jajaran TNI AU itu.

Sejauh ini baru tiga Bandara di Papua yang bisa didarati oleh armada pesawat tempur yaitu Biak, Jayapura dan Merauke.

Sumber : ANTARANEWS.COM

Persiapan Latihan Keamanan Laut di Bitung, Sulawesi Utara

BITUNG - Sebuah perahu warga melintas disekitar KRI milik TNI AL bersandar di Pelabuhan Samuel Languyu Bitung, Sulawesi Utara, Minggu (4/3). Sebanyak empat kapal perang yaitu KRI Achmad Yani, KRI Layang, KRI Tongkol dan KRI Sura, serta satu pesawat C-212 bernomor lambung U-625 akan turut mendukung latihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan sinergi antara unsur kapal perang, satuan radar, dan pangkalan udara TNI AL. FOTO ANTARA/Basrul Haq/ed/pd/12.


BRI Kucurkan Rp.1,7 Triliun ke Pindad & PTDI

Sunday, March 04, 2012


JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengucurkan kredit ke PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) senilai total Rp1,7 triliun.

Direktur BRI, Asmawi Syam mengatakan perseroan mendanai Pindad senilai Rp.700 miliar untuk pembuatan panser dan kendaraan tempur. “Kami juga sediakan fasilitas cash dan noncash loan sebesar Rp.1 triliun untuk pembuatan alutsista oleh PTDI,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (4/3).

Asmawi mengatakan BRI juga telah menyediakan fasilitas letter of credit senilai US$71 juta untuk pembuatan 8 helikopter jenis NBell 412 EP oleh PTDI. BUMN industri strategis tersebut pekan ini baru menyerahkan 2 unit helikopter NBell 412 EP untuk TNI AD dan 1 unit untuk TNI AL.

Direktur BRI, Achmad Baiquni menambahkan, kredit ke industri strategis terutama industri persenjataan di Tanah Air akan menambah pundi-pundi laba perseroan. “Pembiayaan BRI ke industri senjata lebih menguntungkan apalagi pemerintah menggelar pembelian alusista secara besar-besaran,” katanya.

Seperti diketahui, dari 2010 ke 2014, pemerintah berencana membelanjakan dana pembelian alutsista sebesar Rp.156 triliun dengan peningkatan pada porsi industri strategis dalam negeri.

Menurut Baiquni, kredit ke industri strategis ini bisa memicu ekspansi pembiayaan. Tahun lalu, kredit BRI meningkat jadi Rp.283,58 triliun dari posisi sebelumnya Rp246,97 triliun.

Sumber : BISNIS.COM

Sabtu, 03 Maret 2012

Kementrian Pertahanan Bantah Adanya Broker Dalam Pengadaan Sukhoi


BANDUNG - Kementerian Pertahanan menegaskan tidak ada calo dalam pengadaan enam jet tempur Sukhoi.

"Sampai detik ini, kami hanya berhubungan dengan pihak JSC Rosoboronexport sebagai wakil resmi pemerintah Rusia dalam pengadaan pesawat Sukhoi," kata Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan RI (Kepala Baranahan Kemhan RI) Mayjen TNI Ediwan Prabowo di Bandung, Jumat (2/3).

Kepada ANTARA dia mengatakan, sejak proses awal pengadaan jet tempur Sukhoi hingga penandatanganan kontrak Kementerian Pertahanan tidak pernah berhubungan dengan pihak lain, termasuk agen apalagi calo, selain JSC Rosoboronexport.

Ediwan mengakui setiap produsen asing yang memasok kebutuhan alutsista TNI, termasuk Sukhoi, memiliki mitra lokal di Indonesia.

"Namun, mitra lokal itu hanya memfasilitasi keperluan administrasi pihak produsen, dalam hal ini Rosoboronexport, dengan Kemhan. Akan tetapi, tidak ikut dalam penentuan produk apalagi harga, terlebih lagi kontrak. Tidak," katanya.

Ditegaskan Mayjen TNI Ediwan Prabowo, penentuan produk, harga, hingga kontrak ditandatangani hanya dilakukan pemerintah dengan pemerintah atau pemerintah dengan pihak produsen langsung.

"Tidak ada agen, apalagi calo. Dan, mitra lokal pun hanya sebatas memfasilitasi keperluan administrasi saja," kata Ediwan menegaskan.

Klarifikasi Ediwan ini terkait isu yang dilontarkan Wakil Ketua Komisi I DPR, T.B. Hasanuddin yang menenggarai adanya calo dalam pengadaan enam Sukhoi dari Rusia.

Hasanuddin mengatakan kontrak yang dilakukan tidak melalui Rosoboronexport, tetapi melalui Kredit Export lewat sebuah PT X sebagai broker.

Hasanuddin menambahkan dari penjelasan yang dirilis oleh Rosoboronexport, harga Sukhoi SU 30MK2 per Juli 2011 sekitar 60-70 juta dolar AS/unit (harga Sukhoi yang dibeli sebelumnya hanya 55 juta dolar AS/unit) atau maksimal hanya 420 juta dolar AS untuk enam unit pesawat Shukhoi.

Kementerian Pertahanan sebelumnya melakukan penadatanganan kontrak pengadaan enam Sukhoi Su-30 MK2 antara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan JSC Rosoboronexport Rusia, pada akhir 2011 di Kantor Kemhan RI, Jakarta.

Dalam acara penyerahan kontrak tersebut, pihak Kemhan diwakili Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan RI (Kepala Baranahan Kemhan RI) Mayjen TNI Ediwan Prabowo, sementara pihak Rosoboronexport Rusia diwakili oleh pejabat perwakilannya di Indonesia, Vadim Araksin.

Pengadaan enam jet tempur ini untuk melengkapi 10 Sukhoi yang sudah dimiliki TNI AU sehingga nantinya genap menjadi satu skuadron. Diharapkan dengan adanya penambahan ini kekuatan tempur TNI AU dalam menjaga kawasan udara Indonesia jadi lebih kuat.

Sumber : ANTARANEWS.COM

PT Dirgantara Indonesia Serahkan Bell ke TNI


BANDUNG - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyiram helikopter Bell 412 EP saat acara serah terima dua unit helikopter Bell 412 EP untuk TNI AD dan satu unit untuk TNI AL di hanggar PT DI, Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/3). TNI sampai saat ini baru memiliki 76 unit helikopter. TEMPO/Prima Mulia






TNI AL Minta Dukungan Komisi 1 DPR Untuk Beli Tiga Kapal Korvet



Tiga kapal korvet kelas Nahkoda Ragam yang akan dibeli TNI AL (Foto: PAKISTAN DEFENCE)

JAKARTA - TNI AL meminta dukungan pada Komisi I DPR RI untuk pembelian tiga kapal perang buatan Inggris. Pembelian alutsista ini guna memperkuat armada perang TNI AL dalam menjaga keamanan dan kedaulatan NKRI di perairan.

Hal ini disampaikan Kepala Staf TNI AL Laksamana Soeparno di sela-sela raker dengan Komisi I DPR di Komplek Senayan, Rabu (29/1). Raker itu membahas hibah KRI Karang Ungaran 985 ke Kabupaten Sangihe Sulawesi Utara.

Soeparno mengatakan, TNI AL ingin membeli tiga kapal perang buatan Inggris. Jenisnya multi role light fregat yang dibangun oleh galangan kapal BAE Systems Marine pada tahun 2001. Kapal pertama telah menyelesaikan tes di laut pada Desember 2003. Kapal kedua dites pada Mei 2004. Kemudian kapal ketiga mulai melaut pada Oktober 2004.

Kapal ini mulanya dipesan Kerajaan Brunei Darussalam. Namun setelah melihat hasil tiga kali uji coba tersebut, pihak Kerajaan membatalkan pesanan.

Jika Brunei enggan, kenapa TNI AL malah bernafsu membelinya?

"Kita sinyalir,pembatalan pembelian kapal perang dari Inggris oleh Brunei bukanlah karena alasan teknis tetapi alasan politis. Yaitu ada ketersinggungan Brunei pada Inggris pada isu tertentu," jawab Soeparno.

Informasi lebih dalam lantas didapat dari otoritas militer Brunei. Ternyata, ungkap Soeparno, jumlah personil angkatan laut negeri kaya itu terbatas jumlahnya. Hanya sekitar 800 personil. Sedangkan tiga kapal perang buatan Inggris itu butuh dioperasikan oleh 330 personil. Alhasil, Brunai bakal kerepotan mengurusnya.

Akhirnya, pada tahun 2007 kapal itu dipindahkan dari Brasko Brunei ke galangan kapal di Inggris. Setahun kemudian Kementerian Pertahanan menawarkan pada TNI AL untuk membelinya.

"TNI AL pun menindaklanjuti hal itu. Kami menyatakan, penawaran tersebut merupakan hal yang sangat baik dalam rangka pemenuhan armada TNI AL," ujarnya.

Brunai sempat membayar sekitar 600 juta poundsterling per kapal. Adapun penawaran ke TNI AL, kapal itu cukup ditebus dengan 296 juta euro atau sekitar 380 juta dollar AS. Angka ini terbilang murah. Di sisi lain pihak Brunei lebih senang jika kapal ini dibeli Indonesia karena punya dok galangan kapal sendiri untuk pemeliharaan. Pihak lain yang berminat adalah Malaysia.

Menurut Soeparno, kapal perang canggih ini sudah dilengkapi dengan misil anti kapal selam. Dengan kelengkapan itu, dia bilang, "Sudah dapat mengantisipasi kapal selam milik tetangga."

Sumber : JURNALPARLEMEN.COM

TNI Hibahkan KRI Karang Unarang-985 ke Pemkab Sangihe, Sulawesi Utara


JAKARTA - Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono (kanan) bersama Sekjen Kemhan Marsda TNI Eris Herryanto (kiri) mengikuti rapat kerja bersama Komisi I DPR membahas rencana hibah Kapal Perang TNI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (29/2). Komisi I DPR menyetujui rencana hibah KRI Karang Unarang-985 kepada Pemerintah Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara, yang akan digunakan untuk mobilitas penumpang dan barang. FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma/ss/ama/12


Senin, 27 Februari 2012

PTDI Dapat Pinjaman Rp 1 Triliun dari BRI




JAKARTA - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) mendapat pinjaman dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebesar Rp 1 triliun. Dana sebesar itu akan dipakai untuk modal pembuatan pesawat-pesawat pesanan dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan, pinjaman PTDI itu atas sepengetahuan dan izinnya. Menurut Dahlan, ia menyetujui pinjaman tersebut karena pinjaman tersebut akan dipakai untuk modal operasional pengerjaan pesanan pesawat dari Kemenhan. Tanpa pinjaman tersebut, justru PTDI tidak bisa memenuhi pesanan dari Kemenhan.

"Saya izinkan PT DI pinjam uang dari BRI Rp 1 triliun. Supaya dapat kerja. Toh, dana itu nantinya akan dapat penggantian dari APBN kalau sudah turun," ujar Dahlan Iskan, Kamis (23/2).

Ditegaskan Dahlan, selain memberi restu pinjaman dana, ia juga akan melakukan restrukturisasi jajaran direksi PTDI dalam waktu dekat. Menurutnya, jajaran direksi PT DI sejauh ini belum mencerminkan direksi dream team. Pergantian direksi ini dilakukan agar PTDI dapat melakukan banyak pekerjaan yang diberikan oleh Kemenhan.

"Jajaran direksi akan saya rombak, kalau untuk Dirutnya tidak, tapi selain Dirut akan saya rombak," ungkapnya.

Setelah direksi PTDI dirombak, Dahlan akan membimbing PTD, dan seluruh perusahaan BUMN strategis lainnya, seperti PT PAL, Pindad, dan Dahana. Seluruh BUMN tersebut, diizinkan untuk meminjam modal ke bank sebagai modal dana operasional menjalankan pesanan Kemenhan.

"Industri strategis dalam 1-2 tahun ini melayani Kemenhan yang anggarannya tahun ini sangat banyak dan pasti turun," tutur Dahlan.

Dalam kesempatan itu, Dahlan Iskan, melarang melarang PT Penataran Angkatan Laut (PAL) untuk menerima order pembuatan kapal-kapal niaga. Dahlan meminta PAL tetap fokus untuk menggarap industri perkapalan militer. Alasanya, mulai tahun ini hingga beberapa tahun yang akan datang, Kementerian Pertahanan banyak memberikan order pembuatan kapal ke PT PAL.

"Di masa lalu, order kapal niaga membuat PAL kesulitan luar biasa. Sebab, ada order kontrak kurang bagus, kapal hampir jadi dibatalkan," kata Dahlan.
Yang terpenting bagi Dahlan adalah PT PAL harus hidup dahulu dari pesanan pembuatan kapal militer oleh Kementerian Pertahanan. Apalagi, anggaran dari Kementerian Pertahanan sangat besar dan pasti turun.

Sumber : KOMPAS.COM

RI Butuh MBT


27 Pebruari 2012, Jakarta: Untuk
menjaga integritas Negara
Kesatuan Republik Indonesia
(NKRI), Indonesia membutuhkan
Tank Kelas Berat. Karenanya
diperlukan modernisasi alutsista,
yang salah satunya dengan
memilih pengadaan Tank
Leopard. Hal tersebut dikatakan
Menteri Pertahanan RI Purnomo
Yusgiantoro pada saat
memberikan keterangan pers,
Jumat (24/2) di kantor
Kementerian Pertahanan, Jakarta.
Menhan, menjelaskan terkait
penempatan Tank Leopard ini
tidak akan ditempatkan di wilayah
Papua. Karena menurut Menhan
kondisi geografis di Papua tidak
memungkinkan untuk dilalui jenis
kendaraan tempur Tank Berat.
Untuk tahap selanjutnya, Menhan
menyampaikan bahwa Indonesia
melalui TNI Angkatan Darat
berencana akan membangun
Batalyon Tank dalam
pembangunan kekuatan /
modernisasi Angkata Darat.
Menhan Purnomo Yusgiantoro
menekankan, Indonesia
membutuhkan Tank Berat atau
Main Battle Tank (MBT), karena
yang dimiliki Indonesia selama ini
hanya Tank Ringan atau Light
Battle Tank (LBT) seperti Scorpion
dan AMX 13.
Menurut Purnomo Tank Leopard
merupakan jenis alutsista tank
yang memiliki teknologi terbaik
saat ini. Ditambahkan Menhan
walaupun Tank Leopard
berukuran besar, namun tetap
dapat melalui lokasi tanpa
infrastruktur, termasuk melalui
sungai sedalam empat meter.
Pemerintah telah mempersiapkan
anggaran pengadaan Tank Kelas
Berat, sesuai dengan kebutuhan
dari TNI AD. Saat ini kondisi
ekonomi Indonesia membaik atau
kuat dengan pertumbuhan
ekonomi mencapai 6,5% pada
tahun 2011, sehingga
moderinisasi TNI di mungkinkan
dilakukan.
Kemhan: Leopard Masih
Dinegosiasikan
Kementerian Pertahanan
menyatakan rencana pembelian
sekitar 100 unit "Main Battle
Tank" (MBT) jenis "Leopard 2A6"
masih dinegosiasikan dengan
pihak Belanda.
"Kita masih negosiasikan, belum
ada keputusan final," kata Kepala
Pusat Komunikasi Publik
Kementerian Pertahanan Brigjen
TNI Hartind Asrin ketika
dikonfirmasi ANTARA di Jakarta,
Senin.
Ia menambahkan, sambil terus
melakukan negosiasi Pemerintah
Indonesia juga melakukan
penjajakan ke beberapa negara
lain untuk pengadaan "Leopard",
antara lain Jerman.
"Kami juga melakukan langkah-
langkah antisipasi dengan
mencari alternatif ke beberapa
negara," kata Hartind.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan
Purnomo Yusgiantoro
menegaskan Indonesia
membutuhkan main battle tank
atau tank berat seperti Leopard
yang direncanakan akan dibeli
dari Belanda.
"Kami percaya, negara yang kuat
harus memiliki sistem pertahanan
yang kuat. Di negara maju mana
pun, ketika ekonomi membaik,
sistem pertahanannya pasti
meningkat," katanya.
Rencana pembelian tank Leopard
mendapat penolakan tidak saja di
dalam negeri tetapi juga di
Belanda, sebagai negara penjual.
Di dalam negeri, beberapa
anggota Komisi I DPR menolak
rencana itu. DPR menilai
spesifikasi tank Leopard tak cocok
dengan kondisi medan Indonesia.
Sejumlah kalangan menilai
Leopard tidak cocok untuk kontur
geografis Indonesia.
Parlemen Belanda tidak setuju
atas rencana Pemerintah Belanda
menjual tank ke Indonesia.
Alasan yang disebut dalam mosi
adalah tentara Indonesia "pernah
melanggar HAM di Aceh, Timor
Timur, dan Papua Barat."
Atas kontroversi itu tim teknis
Kementerian Pertahanan telah
berangkat ke Belanda untuk
melihat langsung kondisi tank
berat dimaksud, kesesuaian harga
dan negosiasi secara politik.
Sumber: Kemhan/ ANTARA News

Proficiat, 50 tahun Skuadron Udara 6!


Bogor (ANTARA News) - Satu di antara tiga
skuadron udara operasional pesawat
sayap putar milik TNI-AU (kini ada
Skuadron Udara 45 VVIP) berulang tahun
ke-50 atau ulang tahun emas. Skuadron Udara 6 yang
berpangkalan di Pangkalan Udara Atang Sendjaya, Bogor,
telah melakukan banyak kiprah demi Indonesia.
Mulai dari operasi militer perang hingga operasi militer
selain perang ( other than war operation ). Siapa yang tidak
merasakan manfaat helikopter dalam penanggulangan
bencana tsunami Aceh pada 2003-2004? Atau pengamatan
dan pengiriman personel dan peralatan dalam mengatasi
konflik bersenjata di Tanah Air?
Penerbang dan awak pendukung skuadron udara ini juga
banyak mengisi Skuadron Udara VVIP 17 (saat itu) atau
Skuadron Udara VVIP 45. Tugas pokok mereka adalah
menjadi turangga udara bagi keperluan Kepala Negara atau
Wakil Presiden.
Walau juga ada barisan catatan warga-warga skuadron
udara itu yang gugur dalam tugas atau karena sebab lain
terkait penugasan. Untuk mengenang kejayaan dan
pengorbanan itu semua maka juga diresmikan Heritage
Room dalam rangkaian acara peringatan ulang tahun emas
itu.
Upacara ulang tahun emas Skuadron Udara 6 dilaksanakan
secara sederhana dipimpin Komandan Pangkalan Udara
Atang Senjaya, Marsekal Pertama TNI Tabri Santoso, di
Bogor, Jumat.
"50 tahun merupakan tonggak bagi kemajuan Skuadron
Udara 6 menjadi lebih baik dihadapkan pada tantangan
tugas yang makin beragam dan kompleks," katanya. 24
Februari 1952 adalah hari jadi resmi skuadron udara itu.
Masa-masa itu, Indonesia dalam pergolakan di dalam negeri
sementara kekuatan asing juga mengincar republik muda
bernama Indonesia.
Dia secara khusus meminta agar para awak skuadron yang
berinti kekuatan helikopter NAS-332 Super Puma buatan
Aerospatiale, Perancis, yang kemudian dilebur menjadi
konsorsium Eurocopter, itu terus meningkatkan
profesionalisme dalam menjalankan tugas pokoknya.
Sementara itu, Komandan Skuadron Udara 6, Letnan
Kolonel Penerbang Hendro Arief, mengatakan, tingkat
kesiapan skuadron udara yang dipimpin dia mencapai 80
persen.
"Dengan tingkat kesiapan yang ada tersebut, maka
Skuadron Udara 6 siap untuk melaksanakan tugas pokoknya
baik dalam operasi militer maupun operasi militer selain
perang," katanya.
"Armada kami terdapat di beberapa titik, selain di home
base di sini, juga di Jayapura dan Pontianak masing-masing
satu unit," katanya.
Sejak awal berdiri hingga kini beragam jenis helikopter
pernah bergabung di dalam skuadron udara itu, baik buatan
blok Timur ataupun Barat secara terpisah ataupun pada
rentang waktu bersamaan. Mereka adalah Mi-4 Hound ,
S-58T Twin Pack, UH-34D, dan yang terbaru adalah NAS-332
Super Puma .
Akan tetapi, pengadaan terakhir pesawat-pesawat
terbangnya itu terjadi pada dasawarsa '80-an, disusul pada
awal 2001. Alasan keuangan negara jadi hal yang selalu
dimajukan saban wacana pengadaan dan peremajaan
pesawat terbang dikemukakan.
Bukan cuma acara berlatar militer dilakukan, juga acara
bertajuk Go Green in the Golden Moment , yaitu atraksi
kesenian barongsai, pameran statik helikopter S-58T Twin
Pack, Bolkow Blohm BO-105, dan NAS-332 Super Puma .
Juga sunbangan Batalion 461 Pasukan Khas TNI-AU
bermarkas di Pangkalan Udara Utama Halim
Perdanakusuma. Pasukan ini memiliki "pertalian erat"
dengan helikopter TNI-AU karena berbagai operasi mereka
sangat bersandar pada kesiapan operasional helikopter.
Masyarakat juga bergembira, dan mereka menyumbangkan
atraksi menerbangkan beberapa pesawat swayasa.
Proficiat Skuadron Udara 6!
sumber:antara

Sabtu, 25 Februari 2012

ATD -X, jet tempur generasi 6 Jepang calon penakluk F -22 Raptor


Saat negara-negara maju saat ini masih dalam tahap awal
produksi pesawat tempur generasi kelima, Jepang sudah
mempersiapkan konsep dan desain pesawat tempur generasi
keenam yang memiliki kemampuan "anti (pesawat)
siluman" (counterstealth). Menurut majalah pertahanan Jane's
Defence Weekly edisi 16 November 2011, yang diterima Kompas,
Kamis (25/11/2011), pesawat tempur generasi ke-6 ini akan
dibangun berdasarkan pesawat konsep ATD-X (Advanced
Technology Demonstrator-X). Pesawat ATD-X sendiri akan segera
memasuki pembuatan kerangka pesawat (airframe).
Kementerian Pertahanan Jepang dan Mitsubishi Heavy Industries
dikabarkan akan menandatangani kontrak pembuatan ATD-X
akhir tahun ini. Kemhan Jepang sudah menyiapkan anggaran
senilai 39,2 miliar yen (sekitar Rp4,5 triliun) dari 2009 hingga
2016. "Secara teknologi, Jepang tak punya masalah untuk
mengembangkan kemampuan siluman (di pesawat tempur). Kami
akan membuat pesawat yang bagus," tutur Letnan Jenderal
Hideyuki Yoshioka, Direktur Pengembangan Sistem Udara Institut
Pengembangan dan Riset Teknis Kemhan Jepang.
Rencana penggelaran pesawat tempur generasi kelima
berteknologi stealth Chengdu J-20 oleh China dan Sukhoi PAK-FA
T-50 oleh Rusia membuat Jepang memandang proyek
pengembangan pesawat tempur masa depan ini sangat
mendesak. "China dan Rusia masing-masing akan menggelar
Chengdu J-20 dan Sukhoi PAK-FA T-50 dalam waktu dekat. Kami
tahu 28 radar kami efektif mendeteksi pesawat generasi ketiga
dan keempat dari jarak jauh, tetapi dengan munculnya pesawat-
pesawat generasi kelima ini, kami tak yakin bagaimana kinerja
radar-radar itu nantinya," tandas Yoshioka.
Jenderal bintang tiga tersebut mengharapkan ATD-X akan
melakukan terbang perdana pada tahun fiskal 2016.
"Penerbangan perdana pada 2016 adalah keharusan yang mutlak.
Ini vital bagi pertahanan udara negara kami," tandas Yoshioka.
Basis riset
Meski demikian, ATD-X tidak akan serta-merta diproduksi massal
untuk menggantikan peran pesawat tempur Mitsubishi F-2 saat
ini. ATD-X hanya akan digunakan untuk meriset berbagai
teknologi yang lebih maju dan integrasi sistem, sebagai dasar
untuk memproduksi pesawat tempur generasi keenam.
Dalam konsep Jepang, pesawat tempur generasi keenam akan
memiliki kemampuan i3 (informed, intelligent, instantaneous) dan
memiliki karakteristik counterstealth. Pesawat generasi keenam
inilah yang digadang-gadang akan menggantikan armada F-2,
pesawat tempur yang diproduksi berdasar platform F-16 buatan
AS. "ATD-X tidak akan serta-merta menjadi pesawat generasi baru
Jepang. Tetapi dengan memastikan kemampuan siluman dan
manuverabilitasnya, kami berharap ia akan menjadi dasar bagi
generasi penerus F-2," ungkap Kolonel Yoshikazu Takizawa dari
TRDI.
Meski tak akan mengalami hambatan dalam hal teknologi, Jepang
diperkirakan harus menghadapi rintangan politik dari sekutu
utamanya, AS. AS selama ini selalu keberatan Jepang
mengembangkan rancang bangun pesawat tempurnya sendiri.
Salah satu alternatif yang akan ditempuh adalah mengajak AS
mengembangkan bersama pesawat tempur generasi keenam ini.
AS saat ini menjadi satu-satunya negara di dunia yang telah
mengoperasikan pesawat tempur generasi kelima, yakni F-22
Raptor, dan dalam waktu dekat kemungkinan akan segera
mengoperasikan F-35 Lightning II.
sumber:
internasional.kompas.com

Sabtu, 18 Februari 2012

RI-China PerkuatKerja SamaPertahanan

17 Februari 2012, Jakarta:
Pemerintah Indonesia dan
Republik Rakyat China sepakat
memperkuat kerja sama
pertahanan kedua negara, yang
telah terjalin baik, utamanya
dalam industri pertahanan.
Juru bicara Kementerian
Pertahanan Brigjen TNI Hartind
Asrin saat ditemui ANTARA di
Jakarta, Jumat petang
mengatakan, komitmen
memperkuat kerja sama industri
pertahanan keduua negara
menjadi salah satu topik utama
bahasan antara Menteri
Pertahanan Purnomo
Yusgiantoro dengan mitranya
Menteri Pertahanan China
Jenderal Liang Guanglie di Beijing
pekan depan.
"Kami sudah melakukan banyak
kerja sama baik pendidikan dan
latihan pertukaran perwira dan
lainnya, dan kita juga telah
merintis beraam kerja sama
industri pertahanan," kata Brigjen
Hartind Asrin.
Kerja sama pertahanan kedua
negara sebenarnya sudah
berlangsung cukup lama, hingga
pada 2006 telah dirintis forum
konsultasi bersama yang pertama
di Jakarta dan dilanjutkan dengan
forum konsultasi bilateral kedua
pada 2007 di Beijing.
Forum tersebut sangat baik dan
dapat membantu dalam
meningkatkan hubungan kerja
sama pertahanan kedua negara,
yang telah dibuktikan dengan
dilakukannya penandatanganan
Defence Cooperation Agreement
(DCA) antara Indonesia-China
pada 2007.
Meskipun DCA tersebut masih
dalam proses ratifikasi di
Indonesia dan belum dapat
dilaksanakan,Menhan Purnomo
mengharapkan forum konsultasi
bilateral kedua negara dapat
terus dilaksanakan sebagai
wahana untuk meningkatkan
hubungan bilateral bidang
pertahanan.
Selain melakukan kunjungan
kehormatan kepada Menhan
China, Menhan Purnomo
Yusgiantoro juga berencana
melakukan kunjungan
kehormatan kepada Wakil
Perdana Menteri China Li
Keqiang.
Tak hanya itu, Menhan juga
berencana meninjau perusahaan
roket dan peluru kendali China
ALIT (Aerospace Long March
International Trade and Co.Ltd)
dan China Precision Machinery
Impor-Export Cooperation terkait
proyek peluru kendali C-705 yang
diadakan untuk TNI Angkatan
Laut.
Sumber: ANTARA News