English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Jumat, 27 Januari 2012

KSAU : Delapan Pesawat Tempur akan Lengkapi Alutsista



Amerika Serikat mengakuisisi Super Tucano dan diberinama A29. Indonesia membeli 16 unit Super Tucano dari Embraer. (Foto: A29)

26 Januari 2012, Yogyakarta: Delapan pesawat tempur akan didatangkan dari Rusia dan Brasil dalam waktu dekat untuk melengkapi alat utama sistem persenjataan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara, kata Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat.

"Delapan pesawat tempur itu masing-masing terdiri atas empat pesawat Sukhoi dari Rusia, dan Super Tucano dari Brasil. Kedelapan pesawat tempur baru tersebut akan tiba di Indonesia pada 2012-2014," katanya di sela Rapat Pimpinan (Rapim) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) di Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, untuk pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) tahap berikutnya, TNI AU hingga 2024 juga akan mendatangkan pesawat tempur Sukhoi enam unit, Super Tucano 16 unit, T-50 dari Korea Selatan 16 unit, dan F-16 sebanyak 30 unit.

"Dengan pengadaan alutsista tersebut TNI AU pada 2024 akan memiliki 180 pesawat tempur. Hal itu sebagai upaya TNI AU membangun kekuatan serta memodernisasi dan meregenerasi alutsista yang dimiliki saat ini," kata KSAU.

Ia mengatakan banyak pesawat yang dimiliki TNI AU saat ini sudah uzur, usianya rata-rata mencapai 30 tahun, sehingga perlu dilakukan peremajaan. Jika tidak diganti biaya perawatannya sangat tinggi, apalagi ada beberapa suku cadang pesawat yang sudah tidak dibuat lagi karena pabrik yang membuat pesawat sudah tidak beroperasi.

"Meskipun beberapa pesawat sudah tidak dapat berfungsi secara maksimal, kami telah memaksimalkan pesawat tempur untuk mengamankan wilayah Ngara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman luar. Hal itu juga didukung oleh penambahan alutsista yang didasarkan penghitungan dari kebutuhan pesawat tempur dan jumlah landasan yang bisa mengoperasikan pesawat tempur," katanya.

Menurut dia, TNI AU sudah mempunyai anggaran rutin dan alutsista melalui pemerintah yang cukup besar dan pengadaan di Kementerian Pertahanan (Kemhan) sehingga bisa membeli persenjataan dan pesawat untuk meningkatkan kemampuan alutsista dan memperkuat pertahanan negara di udara.

"Rencana kesiapan alutsista yang ada untuk melanjutkan program peningkatan kemampuan alutsista sudah dicanangkan dalam Rencana dan Strategi (Renstra) Pembangunan TNI AU 2010-2014," kata KSAU.

TNI AU Berkomitmen Wujudkan Pertahanan Udara Tangguh

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara berkomitmen mewujudkan pertahanan negara di udara yang tangguh dengan memantapkan visi, persepsi, dan interpretasi dalam menghadapi perkembangan lingkungan yang dinamis, kata Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat.

"Komitmen dan konsistensi merupakan modal penting dalam mewujudkan pertahanan negara di udara yang tangguh dengan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang modern, personel yang profesional, motivasi dan dedikasi yang tinggi, dan organisasi yang efektif," katanya pada Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AU di Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta, Kamis.

timor Leste Pesan Seragam Militer ke Sritex


SUKOHARJO - Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao akan melakukan kunjungan kerja ke pabrik tekstil Sritex yang terletak di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (28/1) besok. Kunjungan tersebut dalam rangka pembelian seragam militer untuk pasukan militer negaranya.

"Besok, Perdana Menteri Xanana Gusmao akan berkunjung ke Sritex untuk menjalin kerjasama bisnis," kata Presiden Direktur PT Sritex Rejeki Tekstil Isman, Iwan Setiawan Lukminto, dalam perbincangan dengan VIVAnews.com, Jumat (27/1).

"Beliau (Xanana) akan membeli seragam militer untuk pasukan Timor Leste dan seragam sipil," sebutnya.

Danrem 074/Warastrama Surakarta Kolonel Inf Ahmad Supriyadi mengatakan rencana kedatangan Xanana Gusmao sekitar pukul 10.45 WIB. Setelah di Sritex, acara akan dilanjutkan dengan acara penanaman pohon.

"Karena Beliau perdana menteri maka pengamanan yang dilakukan selama berkunjung di Sritex ya setingkat pengamanan presiden. Nanti kami akan gelar gladi resik untuk rangkaian kedatangan Xanana," ujarnya.



Tak hanya seragam militer dan seragam PNS Timor Leste yang bakal diproduksi Sritex. Pabrik swasta nasional ini juga telah memproduksi seragam militer untuk 27 negara, termasuk untuk seragam tentara Jerman dan Inggris. Sementara itu, 40 negara lain juga menjalin kerja sama perdagangan dengan Sritex, meliputi produk pakaian dengan berbagai model, kain dan benang.

Pembelian MBT Mengikuti Prosedur Yang Ada


JAKARTA - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengungkapkan pembelian MBT Leopard tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Menurutnya, pengadaan alutsista termasuk Main Battle Tank (MBT) Leopard dilakukan melalui sejumlah prosedur. “Pembelian alutsista ada prosedurnya. Pertama kami minta persetujuan alokasi dananya, memungkinkan atau tidak.” ujar Panglima TNI usai upacara pembukaan Operasi Kepolisian Militer 2012 di Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Kamis (26/1).

Jika alokasi dana yang diajukan TNI mendapat persetujuan pemerintah dan DPR, pengguna (TNI AD) harus menentukan spesifikasi teknis alutsista yang dibutuhkan. Selanjutnya dilakukan tender bebas ke pihak-pihak yang dapat menyediakan kebutuhan alutsista tersebut, baru kemudian dipilih yang sesuai dengan standar yang ditentukan,” papar Panglima.

Proses pengadaan MBT Leopard, jelasnya, baru sampai pada tahap penjajakan atas tawaran yang diterima TNI AD dari Belanda. TNI AD saat ini baru memiliki tank kelas ringan (light) dan sedang (medium). “Hingga kini belum ada kesepakatan, baru pilihan dan opsi-opsi, Leopard hanya salah satu alternatif pememenuhan kebutuhan tersebut,” ujarnya.

Menurut Agus, modernisasi alutsista TNI dilakukan dengan tiga cara. Untuk alutsista yang sudah tua, akan dihapus dan dinonaktifkan. Sedangkan yang masih bisa ditingkatkan kemampuannya, akan kita tingkatkan. Pilihan terakhir adalah dengan melakukan pembelian. “Pengadaan MBT ini masuk dalam pengadaan baru,” imbuhnya. Modernisasi alutsista ini harus dilakukan, selain karena tank yang kita miliki sudah berusia tua, teknologinya pun sudah tertinggal jauh oleh yang dimiliki negara tetangga.

Jerman Tawarkan MBT Leopard Refurbishment

Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan tidak khawatir dengan penolakan parlemen Belanda atas penjualan tank Leopard ke Indonesia. Menurutnya, jika memang Belanda tidak mau menjual, sudah ada negara lain yang juga menawarkan pada Indonesia. “Jerman sebagai negara produsen juga menawarkan pada Indonesia,” ungkap Sjafrie di Bontang.


Tank Leopard 2A5 KWS II: merupakan hasil peningkatan dari type 2A5 dengan pembaharuan pada penggantian turret dan composite armor generasi ke-3. (Foto: Krauss-Maffei Wegmann GmbH & Co. KG.)

Dikatakan Sjafrie, tawaran Belanda adalah tank bekas yang jika jadi kita beli akan diupgrade kemampuannya. Sedangkan Leopard yang ditawarkan Jerman adalah refurbishment (perbaharuan), “Jadi bukan bekas, karena sudah ditingkatkan lebih dulu kemampuannya,” jelasnya.

Namun begitu, Sjafrie menegaskan Indonesia akan lebih diuntungkan dengan membeli pada Belanda. Dengan dana US$280 juta, Indonesia akan mendapat 100 unit tank Leopard. “Kalau di tempat lain tidak bisa. Dana itu kami alokasikan untuk 44 tank, tapi bisa mendapat 100 unit,” imbuhnya.

Senin, 16 Januari 2012

my profil

Hai bro and sist,nama ku muhammad fadil abdillah atau biasa di panggil fadil. sekarang aku masih belajar membuat blog,jadi maklum aja ya kalau rada ancur.oke hobiku sekarang main game,baik online maupun gak.aktivitas saat ini masih belajar di sman 7 pekanbaru yang tercinta.aku anak ketiga dari ketiga bersaudara.aku punya dua orang kakak yang cantik-cantik.dan kedua orang tua yang menyayangiku.btw,ini cuma sekedar postingan biasa dari seorang murid sma yang sedang belajar,jadi salam kenal aja ya.

Sabtu, 14 Januari 2012

N-219, Hubungkan Daerah Terpencil di Indonesia



JAKARTA - Setelah sukses dengan berbagai produk yang dihasilkan, baik fixed wing (CN-235 dan NC-212) maupun rotary wing (NBO-105, NBell-412, dan Superpuma NAS-332, serta N-250 yang tidak berlanjut karena krisis moneter pada tahun 1997, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) saat ini membangun produk baru N-219 yang hampir seluruh bagian pesawatnya buatan Indonesia.

Pengembangan pesawat N-219 terus dilakukan oleh para insinyur PT DI. Pembuatan pesawat itu sudah direncanakan sejak 2006. Pesawat ini memiliki kapasitas 19 penumpang dan dilengkapi dengan dua mesin, masing-masing berkekuatan 850 shaft horse power (shp) serta ditargetkan bisa melayani kebutuhan penerbangan perintis untuk menghubungkan wilayah-wilayah terpencil.

Sebelum memasuki serial production, PT DI terlebih dahulu akan membuat dua unit prototype untuk flight test serta satu unit prototype untuk static test pada tahun 2012. Program pembuatan prototype sendiri direncanakan memakan waktu selama dua tahun dengan pengalokasian dana yang dibutuhkan sebesar Rp300 miliar.

Pesawat N-219 telah melewati masa uji aerodinamika dengan baik. Pengujian dilakukan bersama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sejak 2008 di tempat Laboratorium pengujian terowongan angin di Serpong milik BPPT. Kecuali mesin dan bagian elektroniknya, seluruh bagian pesawat dibuat di PT DI.

Rancangan N-219 masih harus menjalani beberapa jenis uji lainnya, di antaranya uji statik pesawat, uji mesin produksi, dan akhirnya uji terbang. Pada tahun 2014 ditargetkan sudah mendapatkan sertifikasi kelayakan terbang dari Kementerian Perhubungan. Dan, pada tahun 2015 direncanakan memasuki pasar untuk menggantikan pesawat yang sudah memasuki usia tua, seperti Twin Otter yang berusia lebih dari 20 tahun.

Beberapa pemerintah kabupaten telah menyatakan minat untuk dapat mengoperasikan pesawat N-219. Pesawat tersebut memang cocok digunakan untuk menghubungkan penerbangan antarkabupaten dan daerah-daerah yang terpencil di Tanah Air.


N219 diproyeksikan menggantikan pesawat perintis sekelas Twin Otter yang selama ini menjadi hub di wilayah timur. (Foto: raymangapul.wordpress.com)

Selain itu, PT Merpati Nusantara Airlines (PT MNA) juga menyatakan minat untuk mengoperasikannya serta berencana membeli sebanyak 20 pesawat seperti yang pernah disampaikan oleh Menteri BUMN usai rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di gedung DPR pada bulan Juli 2011.

Sementara itu, menurut hasil survei pasar yang dilakukan oleh tim pemasaran PT DI, saat ini di Indonesia dibutuhkan pesawat sekelas N-219 sebanyak kurang lebih 202 buah, yakni untuk kebutuhan sipil 97 buah serta kebutuhan militer dan misi khusus 105 buah.

Di samping dinilai cocok dengan situasi dan kondisi landasan bandara yang tidak mulus, pesawat ini juga mampu lepas landas dan mendarat pada landasan yang pendek (sekitar 600 meter) dengan stabilitas yang tinggi. Ini menguntungkan karena banyak daerah terpencil di Indonesia yang tidak memiliki lahan luas serta tidak mungkin untuk membangun bandara besar.

Selain itu, pesawat tersebut dirancang agar dapat melakukan manuver dengan baik dan nyaman. Struktur pesawat juga didesain agar dapat membawa bahan bakar yang lebih banyak dibandingkan dengan pesawat lain sekelasnya. Masalahnya, tidak semua lapangan udara di daerah terpencil mempunyai fasilitas pengisian bahan bakar.

Dengan kelebihan-kelebihannya itu, pesawat tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pemerintah kabupaten untuk mengoperasikannya. Maka, tak heran sudah banyak pemda yang berminat membeli pesawat tersebut.

Pesawat ini ditargetkan memiliki jarak jelajah hingga 650 nm (1,200 km) dengan kecepatan maksimum 213 kts (395 km/jam), sementara harga pesawat lebih murah dibandingkan dengan pesawat lain yang sekelas serta biaya operasionalnya pun relatif rendah.

Selain itu, kapasitas kabin memiliki volume jauh lebih besar di kelasnya dan sistem pesawat yang terpasang pun tergolong paling modern dan canggih di kelasnya. Oleh karena itu, sudah selayaknya pesawat N-219 menjadi pesawat pilihan.

Mengingat kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, tidak mungkin seluruhnya akan terhubungkan oleh transportasi darat maupun laut. Maka, transportasi udara merupakan solusinya, dan pesawat N-219 adalah pilihannya.

Sumber : ANTARA

F-16 Kembali Kawal Presiden SBY


Madiun, 19:43 Sat, 14 Jan 2012

Jurnas.com | PESAWAT tempur F-16 Fighting Falcon milik TNI AU dari Skadron Udara 3 Madiun kembali mengawalpesawat yang membawa Presiden Susilo BambangYudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono besertarombongan dari Madiun ke Jakarta. Empat pesawat F-16 itu mulai mengawal pesawat khusus Boeing 737-800 sejak take-off dari Bandara Iswayudi Madiun, Jawa Timur hingga memasuki wilayah udara Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (14/1) siang. Di Bandara Iswayudi Madiun, Sabtu (14/1) , Komandan
Skadron Udara 3, Letkol Pnb Ali Sudibyo mengatakan bahwa satu tugas pesawat tempur yang berada dibawahTNI AU adalah sebagai pengamanan dari VVIP. Pengamanan dan pengawalan tidak hanya Presiden RI saja dalam melaksanakan kegiatan. "Apabila kemarin seperti KTT yang dilaksanakan di Bali, dimana banyak sekali kepala negara yang datang ke sana, kita melakukan pengamanan dan pengawalan terhadap kegiatan tersebut," katanya.  Menurutnya, pengawalan yang dilakukan penerbang dan empat pesawat F-16 dilakukan kurang lebih sampai di luar dari Lanud Iswayudi, yaitu sampai Kota Semarang pada ketinggian hingga mencapai 28 ribu kaki.  "Kecepatan yang kita gunakan adalah 250 knot, menyesuaikan dengan pesawat kepresidenan," katanya.  Dalam pesawat F-16 itu, juga membawa perlengkapan peluru kendali sebanyak 550. "Kita membawa peluru kendali dari udara ke udara tentunya adalah apabila ada
kemungkinan pelanggaran udara yang masuk ke wilayah kita dan mengganggu dari kegiatan perjalanan Presiden RI, kita harus siap mengamankan dan kita harus melakukan pertempuran bila diperlukan," katanya.

6 Sukhoi Baru dan 24 F-16 retrofit perkuat TNI AU

6 Sukhoi Baru dan 24 F-16 retrofit perkuat TNI AU

RI beli enam Sukhoi lagi

Sabtu, 14 Januari 2012 20:31 WIB | Dibaca 585 kali
Balikpapan (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia akan menambah enam lagi pesawat tempur Sukhoi sehingga akan lengkap memiliki satu skuadron atau 16 pesawat tempur canggih buatan Rusia tersebut.
"Selain itu, kita juga akan tambah tiga kapal selam dan pesawat-pesawat F-16 sehingga di akhir masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pertahanan kita akan kuat sekali," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu. Menhan Purnomo Yusgiantoro berada di Balikpapan dalam rangka penutupan pelayaran Saka Bahari Nusantara yang
dimulai sejak akhir Desember 2011.  "Itu karena sekarang ekonomi kita kuat sekali. Kita punya
anggaran Rp150 triliun untuk pertahanan," tambah Purnomo. Saat ini TNI AU memiliki 10 pesawat Sukhoi yang pengadaannya dimulai sejak masa Presiden Megawati Soekarnoputri. Saat it,u pemerintah hanya menargetkan memiliki satu skuadron mini atau berkekuatan 12 pesawat Sukhoi SU-27 dan Sukhoi SU-30.
"Dari Makassar hanya perlu sekitar satu jam bagi Sukhoi dengan terbang normal untuk mencapai perbatasan dengan Malaysia di Sabah. Sukhoi mampu terbang hingga mach-2 atau dua kali kecepatan suara," kata Komandan Skadron Udara XI Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Letkol Penerbang Tonny Haryono dalam kesempatan terpisah. Penambahan Sukhoi itu melengkapi penambahan armadatempur udara Indonesia, yang juga diperkuat pesawat-pesawat F-16. Pada 2014 mendatang TNI AU akan mendapat
24 pesawat F-16 Block 32 yang diretrofit jadi Block 52 sehingga meski bekas USAF (angkatan udara Amerika Serikat), pesawat tersebut kemampuan tempur sama seperti pesawat baru.(KR-RMT )

sumber antara

Tank leopard 2A6 Yes. Tank Pindad Yes

INILAH.COM, Jakarta - Rencana Kementerian
Pertahanan membeli tank Leopard bekas dari Belanda
nampaknya tidak bisa dihentikan. Sebab rencana ini
sudah melibatkan hubungan antara pemerintah dan
pemerintah.
Pengamat militer Hermawan Sulistyo menilai, agak sulit jika
untuk menghentikan rencana pembelian tank leopard
tersebut sebab hal ini sudah menyangkut hubungan jual beli
senjata antara negara.
"Sulit ini kan sudah ada mafia yang namanya military
industrial complex semua negara harus pakai broker,
Amerika juga pakai kok," ujar Hermawan saat ditemui usai
acara diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu
(14/1/ 2012).
Meski begitu, Hermawan berharap pemerintah dan DPR
tetap mendukung produksi dalam negeri sendiri seperti PT
Pindad dinilai memiliki kualitas yang memadai dan
internasional. "Wong Malaysia ngambilnya juga dari sini kok,
dia pesen banyak. Panser Anoa, bagus murah, cuma yang
dilawan industri militer dunia susah kita," jelasnya.
Jika Indonesia ingin memiliki Alat Utama Sistem Pertahanan
(Alutsista) yang canggih dan bertaraf internasional,
Indonesia hanya tinggal mengembangkan produksi dalam
negeri yang sudah ada. "Kalau berani kembangin saja pindad
kita mampu kok, dulu kita punya roket sura bagus kok dibeli
dimana," jelasnya.
Menanggapi penolakan dari Komisi I DPR terkait pembelian
tank ini, Hermawan menilai hal itu hanya sebuah sandiwara
atau strategi para anggota dewan saja. "Namanya saja
sudah komisi, kalau komisi kecil mana mau dia membangun
industri dalam negeri," jelasnya. [mah]g
sumber inilah.com